
Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku
Risya Petrova · 102.7K views · ★ 10 · 329 bab
Cinta yang ManisDewasaGoodgirlObsesifPria DominanCinta TerlarangPengkhianatanPerselingkuhan
Genre: Romansa
Ketika kesepian seorang istri bersua dengan tatapan terlarang, berenang tanpa busana di bawah langit malam menjadi awal dari godaan yang mematikan, menjanjikan sentuhan terlarang yang tak lagi ditemukan di ranjang pernikahan. "Bagaimana kalau ketahuan?" ucapnya terengah. "Apakah suamimu peduli?"
ID 31001136322
Daftar Bab · 329
329 totalJamah aku!#1Undangan dari tetangga baru#2Pelarian yang berbahaya#3Kiriman foto!#4Pelukan hangat di kolam renang#5Ciuman liar di kolam renang#6Tentang dia#7Ajakan ke konser#8Perselingkuhan di depan mata!#9Chek in hotel#10Penyelamat?#11Dia#12Tidak tahan untuk membalas#13Ketika setia menjadi luka#14Ternyata cinta dari pandangan pertama#15Sentuhan hangat dibawah guyuran hujan#16Lelap Hotel#17Melepaskan hasrat di kamar hotel #18Merasakan gairah membara#19Bagian inti yang semakin basah#20Ketika nama Aqila disebut#21Teman istrinya Fahmi!#22Romansa yang terancam#23Laporan ke istrinya Fahmi!#24Jujur atau menjaga perasaan?#25Niat Mina#26Curiga besar!#27Bagaimana ini?!#28Nasehat dari kawan#29Harus ingat batasan di perasaan#30Kejujuran#31Mengakui masih menjadi suami orang#32Semakin memupuk#33Mina memberitahu Rina!#34Pengakuan Fahmi!#35Tak sudi#36Tak mau putus#37Kembali saja sana!#38Satu kesempatan#39Plin Plan#40Ambigu#41Ervan mendadak rindu#42Ervan menyusul Rina#43Claudia diabaikan#44Kecurigaan Mamanya Rina#45Kedatangan Ervan di rumah sakit#46Pergulatan#47Selalu begini#48Maaf#49Tak bisa jauh#50Ciuman di tangga darurat#51Panik#52Disusul Claudia#53Gak rela pergi#54Ciuman panas lagi#55Gairah terlarang#56Goyangan Claudia#57Kesalahan pintu di kamar 909#58Fahmi dan Ervan berhadapan!#59Curiga#60Memberi pengertian pada Aqila#61Mengendus perselingkuhan#62Akan bertatapan muka dengan Claudia#63Strategi Ervan#64Menjadi keras kepala#65Maksa pembatalan#66Cinta segiempat#67Selangkah menuju 909#68Pelukan dari belakang#69Dipergoki Aqila?#70Situasi kejepit#71Latar belakang Aqila#72Sisa satu talak#73Menyesal#74Kemuakan Fahmi#75Selalu kangen Rina#76Sudah sepi#77Ingin mesra-mesraan#78Bisa menginap#79Mina mengirimkan foto Rina#80Dia#81"Aku lebih lihai."#82Jangan bercerai!#83Di kamar berduaan#84Pelukan terlarang#85Ciuman terlarang#86Pengawasan#87Menyentuh sanubari#88Pencuri hati#89Liburan mini bersama Fahmi#90Di sungai#91Takut dibenci oleh Nenek Fahmi#92Istri kedua Papanya Fahmi#93Foto keluarga Fahmi yang familiar#94Surat jadul#95Adik tiri Fahmi#96Ervan yang ternyata benar-benar tidak rela#97Bercermin dari dirimu#98Claudia dibuang#99Sentuhan Fahmi di ranjang tua#100Hasrat di dapur jadul#101Hamil#102Pilihan#103Bicara serius#104Tarik ulur#105Fahmi kecewa#106Lanjut sentuhan terlarang#107Tatapan damba penjamahan#108Sentuhan candu#109Aku milikmu#110Harapan#111Kalung keluarga#112Rasanya sulit untuk pergi#113Tidak mudah#114Pengakuan selingkuhannya Aqila#115Telepon#116Merasa ditinggalkan lagi#117Kenapa Fendi bisa tau?#118Keputusan yang pahit#119Tidak nyaman#120Ditinggal sendirian, lagi?#121Fendi memberitahu Fahmi#122Kejutan Ervan#123Ajakan liburan yang mendadak#124Tipuan Claudia#125Aqila akan turun sendiri#126Perasaan Fendi pada Fahmi selama ini#127Ervan datang dan menjamah#128'November Rain'#129Rekaman cctv 2 jam#130Ervan bingung#131Rahasia terdalam Ervan#132Yakin bukan anaknya#133Senjata baru Claudia#134Kangen Fahmi#135Terpenjara#136Video call#137Ketahuan?!#138Awas saja, Rin!#139Kini aku pemegang kendali#140Ervan curiga#141Mama Rina merasa kalung itu familiar!#142Rahasia kalung#143Jawaban bu Ratih#144Aqila brengsek, cuma diam#145Posisi kini terbalik#146Pengingat pahit#147Kembali ke Jakarta#148Janjian dengan Fahmi#149Aqila hendak melabrak di caffe#150Tiba di caffe#151Bersiap merekam#152Aku bukan pelakor#153Rina di ujung tanduk#154Sengit#155Malu#156Kenapa harus melewati bara api?#157Anting yang jatuh, bikin petaka!#158Ervan mengundang tetangga sebelah makan malam#159Bingung#160Aku juga muak#161Ervan tau, tentang Fahmi?#162Terjebak#163'Sepertinya kita pernah bertemu'#164Sebentar lagi ketahuan!#165Enggak percaya#166Amplop cokelat dari Claudia#167Rahasia amplop cokelat#168Antusiasme#169Lebih akrab di rumah Fahmi#170Aqila mendapatkan sebelah anting Rina#171Aqila pulang mendadak#172Rina tertangkap mata!#173Telepon dari pengacara#174Makan malam menegangkan#175Makan malam bagian 2#176Aqila membongkar semuanya#177Semuanya terbongkar sudah!#178Ervan amat murka!#179Ternyata....#180Diperkaos Ervan#181Pukulan telak#182Pergi dari rumah!#183Pergi ke mana?#184Pergi yang jauh#185"Kita pergi saja"#186Bawa kabur istri orang#187Cinta kita salah#188Kenal#189Diam-diam cinta#190Dilacak keberadaan#191Sentuhan yang menenangkan#192Mengambil kembali "milikku"#193Serangan#194Obesesi#195Menyedihkan#196Kabur#197Ditinggal sendirian#198Entah ke mana#199Pelarian di atas tumpukan sawi#200Pria arogan yang kini mirip gembel#201Ahli manipulasi#202Mencari tempat tinggal sementara#203Belum aman#204Melaporkan Fahmi#205Sayembara mencari Rina#206Terkepung di balik hujan#207Nafas yang tertahan#208Tawaran di ujung tanduk#209Terjepit#210Di dalam kamar sederhana#211Sentuhan yang kini terasa bebas#212Kekey sakit#213Rencana licik Aqila#214Celaka#215Berusaha lolos#216Rasa bersalah pada Kekey#217Berat melepas#218Pengakuan Kekey#219Murkanya Aqila#220Siapa orang itu?#221Tidur di kamarku aja#222Permintaan Rina#223Lanjutan sentuhan#224Ber cinta yang sempat tertunda#225Rahasia besar#226Penyebab ayahnya Rina meninggal#227Tetap memeluk erat#228Alasan Ervan, ternyata....#229Serangan Ervan ke mama mertua#230Firasat#231Dilema#232Ketahuan orang?!#233Dipaksa menunjukkan identitas#234Berharap dimengerti#235Mereka siapa?#236Janji#237Papa Ervan#238Aku ingin sendiri saja#239Aku sendiri saja#240Ervan sudah siap#241Borgol dingin#242Dipaksa tandatangan#243Kembali jadi istri Ervan?#244Saudara tiri#245Bersiap menembak Fahmi#246Akhir dari Fahmi dan Rina?#247Menuju Arsip#248Rahasia sangat kelam#249Emosi yang memuncak#250Ancaman#251Claudia kena dampak sosial#252Pilihan Papa Ervan#253Pengaruh hebat Dokter Haryono#254Bram sudah sampai#255Kematian yang janggal#256Jawaban Papa Ervan#257Di ujung tanduk#258Lebel buruk#259Mencari sekutu#260Bantuan#261Tertangkap basah?#262Jangan sampai#263Claudia jadi sekutu#264Ervan pembunuh?#265Fahmi tau fakta buruk#266Saudara tiri kah?#267Teguran di mimpi#268Mulai semakin benderang#269Negosiasi#270Menyesal#271Keputusan#272Nekat#273Mati di tangan Ervan#274Apa tepat waktu?#275Dianggap tikus#276Sedikit lagi kita bisa bersama#277Perhitungan dengan Claudia#278Kebenaran terungkap#279Menghabisi#280Menyusul ke apertement#281Mutilasi#282Kematian#283Berkhianat atau setia kawan?#284Manipulasi ulung#285Polisi datang#286Siapa yang dicurigai?#287Ervan mulai takut dan panik#288Pria narsistik#289Lega#290Sekarang, kita berdua#291Getaran gairah#292Bercinta dan kebakaran#293Pulang ke rumahnya#294Plot twist - Fahmi terkejut#295Kasih paham pada Aqila#296Tamu tidak diundang#297Pergi mencari#298Di mana disembunyikan?#299Tidak akan ada yang bisa menemukan#300Suntikan bening#301Hingga tetes keringat#302Akte Rina#303Ambruknya tahta#304Bukan anak Papa?#305Istirahat di hotel#306Masih dendam?#307Kejaran terakhir#308Fahmi syok mengetahui siapa ayahnya!#309Api#310Jangan mati#311Apa selamat?#312Kabar apa?#313Harapan baru#314Setelah beberapa jam ketenangan#315Perebutan status#316Berusaha#317Pokoknya harus batal!#318Taktik licik#319Haruskah aku mengalah?#320Apa itu?#321Kartu matinya Aqila#322Fakta mengejutkan!#323Jurnal hitam#324Tabir yang terungkap#325Bisnis plus plus#326Benderang#327TAMAT#328EPILOG - TAMAT#329