
Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah
Aldric Sage · 7.7K views · ★ 10 · 465 bab
ActionPetualanganFantasi TimurKuatIdentitas TersembunyiGeniusKultivasiReinkarnasiPembalasan Dendam
Genre: Fantasi
Long Tian, Penguasa Alam Dewa yang legendaris, dikhianati oleh wanita yang paling dicintainya tepat sebelum mencapai keabadian sejati. Di ambang kematian, ia meledakkan jiwanya dan bersumpah akan kembali untuk membantai semua pengkhianatnya. Dua ratus tahun kemudian, Long Tian terbangun di tubuh seorang pemuda lumpuh yang dihina sebagai sampah keluarga. Namun mereka tidak tahu... di dalam tubuh rapuh itu bersemayam jiwa Kaisar Dewa yang pernah mengguncang langit. Dengan teknik kultivasi terlarang, alkimia kuno, dan dendam yang belum padam, Long Tian akan bangkit sekali lagi. Dan kali ini... seluruh dunia akan berlutut di bawah namanya.
ID 31001396074
Daftar Bab · 465
465 totalBab 1: Mahkota Berlumur Darah#1Bab 2: Siapa Sampah Sebenarnya?#2Bab 3: Janji Sang Kaisar#3Bab 4: Keajaiban di Paviliun Seratus Obat#4Bab 5: Pembersihan Sumsum dan Racun#5Bab 6: Satu Ranting Menghancurkan Langit#6BAB 7: Badai di Kediaman Long#7BAB 8: Taring Sang Penguasa#8BAB 9: Intervensi Utusan Utama#9BAB 10: Hak Istimewa Tamu Agung#10BAB 11: Skema Licik Keluarga Cabang#11BAB 12: Membuka Tiga Meridian Terlarang#12BAB 13: Pengintai Berjubah Hitam#13BAB 14: Menghancurkan Batas Fondasi Fisik#14BAB 15: Persiapan Menuju Paviliun Kota#15BAB 16: Konflik di Jalan Biru#16BAB 17: Menghajar Pengawal Muda Berbakat#17BAB 18: Kilat Emas di Sudut Mata#18BAB 19: Kedatangan di Paviliun Kota#19BAB 20: Pertarungan Otoritas#20BAB 21: Panggung Seleksi Keluarga Long#21BAB 22: Siapa yang Berlutut Lebih Dulu?#22BAB 23: Pukulan Tanpa Energi Qi#23BAB 24: Amarah Penatua Besar Long Zhen#24BAB 25: Kontrak Hidup Mati di Arena#25BAB 26: Senjata Rahasia Pengunci Nadi#26BAB 27: Mematahkan Pedang Kebanggaan Kota#27BAB 28: Menuntut Balas untuk Sang Ibu#28BAB 29: Long Zhen di Ujung Tanduk#29BAB 30: Interupsi Sang Tuan Kota#30BAB 31: Rahasia di Balik Aliansi Dagang#31BAB 32: Pil Pembersih Jiwa Keruh#32BAB 33: Memasuki Asosiasi Alkemis Regional#33BAB 34: Provokasi dari Rival Alchemist Sombong#34BAB 35: Taruhan Darah di Aula Tengah#35BAB 36: Teknik Pemurnian Sembilan Ketukan Naga#36BAB 37: Lahirnya Alkemis Jenius Baru#37BAB 38: Penatua Licik Mengincar Formula#38BAB 39: Gadis Bercadar Putih: Lin Meiling#39BAB 40: Senyum Manis yang Manipulatif#40BAB 41: Agenda Tersembunyi di Balik Bantuan#41BAB 42: Jebakan di Hutan Kabut Hitam#42BAB 43: Memburu Para Pemburu Bayaran#43BAB 44: Binatang Buas Ranah Penguatan Tubuh Puncak#44BAB 45: Menelan Inti Monster Terlarang#45BAB 46: Terobosan Brutal di Gua Lembap#46BAB 47: Sempurnanya Tingkat Sembilan Penguatan Tubuh#47BAB 48: Pembantaian dalam Kegelapan Hutan#48BAB 49: Jebakan Lin Meiling yang Berbalik Arah#49BAB 50: Long Tian Membaca Semua Niat Busuk#50BAB 51: Penyerbuan Malam Kediaman Long#51 BAB 52: Eksekusi Sang Penatua Cabang#52BAB 53: Menghadapi Pasukan Khusus Tuan Kota#53BAB 54: IQ Bertarung Mengeksploitasi Celah Formasi#54BAB 55: Runtuhnya Penguasa Kota Awan Biru#55BAB 56: Pusaka Rahasia Gua Leluhur Kota#56BAB 57: Peta Kuno Menuju Sekte Aliran Langit#57BAB 58: Memulihkan Kesehatan Qin Rou Sepenuhnya#58BAB 59: Meninggalkan Kota Kecil#59BAB 60: Angin Badai di Perjalanan#60 BAB 61: Gerbang Megah Sekte Aliran Langit#61BAB 62: Ujian Bakat yang Dicurangi#62BAB 63: Menghancurkan Kristal Penguji Kuno#63BAB 64: Dibuang ke Puncak Terasing Sembilan Kematian#64BAB 65: Master Puncak yang Pemabuk dan Misterius#65BAB 66: Memperbaiki Jalur Meridian Sang Master#66BAB 67: Murid Luar Nomor Satu Menantang Sampah#67BAB 68: Taruhan Seribu Batu Roh Kualitas Tinggi#68BAB 69: Gerakan Ilusi Langkah Dewa Sunyi#69BAB 70: Menghajar Jenius Tanpa Mengeluarkan Qi#70BAB 71: Reputasi Puncak Terasing Meningkat#71BAB 72: Misi Wajib di Lembah Tulang Kuno#72BAB 73: Dikepung oleh Murid Senior Licik#73BAB 74: Memanfaatkan Gas Beracun Menjadi Energi#74BAB 75: Eksekusi Murid Pengkhianat#75BAB 76: Menembus Ranah Penyatuan Qi Tingkat Satu#76BAB 77: Kembali dengan Kepala Monster Langka#77BAB 78: Hadiah Besar yang Memancing Rasa Iri#78BAB 79: Kembalinya Lin Meiling ke Sekte Utama#79BAB 80: Aliansi Rahasia untuk Menjatuhkan Long Tian#80BAB 81: Provokasi Terbuka Murid Dalam Sekte#81BAB 82: Arena Hidup dan Mati Sekte Aliran Langit#82BAB 83: Menantang Tiga Tingkat di Atas MC#83BAB 84: Teknik Pedang Pemutus Aliran Langit#84BAB 85: Satu Serangan Ranting Bambu Mengguncang Panggung#85BAB 86: Rahasia Formasi Kuno di Puncak Terasing#86BAB 87: Kebangkitan Ancient Soul Dewa Pedang Kuno#87BAB 88: Dialog Dua Jiwa Agung dari Masa Lalu#88BAB 89: Mewarisi Teknik Formasi Jiwa Pelindung#89BAB 90: Perebutan Kuota Kompetisi Regional Kekaisaran#90BAB 91: Pertemuan Para Genius Monster dari Empat Sekte#91BAB 92: Skema Baru Lin Meiling yang Berbahaya#92BAB 93: Long Tian Menggunakan Lin Meiling Sebagai Perisai#93BAB 94: Pertarungan Otak dan Manipulasi Tingkat Tinggi#94BAB 95: Panggung Seleksi Internal Selesai#95BAB 96: Mempersiapkan Terobosan Besar Kedua#96BAB 97: Menembus Ranah Penyatuan Qi Tingkat Lima#97BAB 98: Petir Hukuman Surga yang Tidak Wajar#98BAB 99: Memperkuat Fondasi Emas Naga Terlarang#99BAB 100: Keberangkatan Pasukan Sekte Menuju Ibu Kota#100BAB 101: Konflik Awal di Kapal Terbang Sekte#101BAB 102: Menundukkan Murid Inti yang Sombong#102BAB 103: Kota Pusat Kekaisaran Awan Perak#103BAB 104: Pemuda Desa yang Diremehkan Pengawal Gerbang#104BAB 105: Menghancurkan Kereta Kencana Pangeran Ketiga#105BAB 106: Tekanan Aura dari Jenderal Istana#106BAB 107: Menatap Balik Jenderal Tanpa Rasa Takut#107BAB 108: Perjamuan Malam Para Putra Surga Fana#108BAB 109: Provokasi di Meja Makan Diraja#109BAB 110: Mempermalukan Pangeran dengan Cawan Anggur#110 BAB 111: Kompetisi Akbar Kekaisaran Dimulai#111BAB 112: Babak Penyisihan: Perburuan di Hutan Ilusi#112BAB 113: Mengumpulkan Poin dengan Cara Brutal#113BAB 114: Dikepung oleh Lima Puluh Jenius Aliansi#114BAB 115: Satu Gerakan Menyapu Bersih Seluruh Kepungan#115BAB 116: Ketakutan Murni Mulai Menyebar#116BAB 117: Keluar dari Hutan Sebagai Pemuncak Klasemen#117BAB 118: Munculnya Reincarnator Lain: Ye Chen#118BAB 119: Tatapan Mata Dua Penguasa yang Terlahir Kembali#119BAB 120: Kebenaran Tentang Pengkhianatan di Alam Atas#120BAB 121: Babak Utama: Duel Alkimia Tingkat Kekaisaran#121BAB 122: Memperbaiki Formula Pil Kuno yang Rusak#122BAB 123: Ledakan Energi Sembilan Warna di Langit Ibu Kota#123BAB 124: Seluruh Tetua Agung Memburu Ramuan Long Tian#124BAB 125: Menolak Menyerahkan Formula Kepada Kaisar Fana#125BAB 126: Ancaman Penjara Bawah Tanah Diraja#126BAB 127: Membongkar Formasi Rantai Pengunci Nadi#127BAB 128: Pertarungan Rahasia di Malam Gelap Ibu Kota#128BAB 129: Menembus Ranah Penyatuan Qi Tingkat Puncak#129BAB 130: Tubuh Emas Abadi Mengguncang Langit Malam#130BAB 131: Babak Final: Arena Sembilan Naga Emas#131BAB 132: Long Tian vs Putra Mahkota Kekaisaran#132BAB 133: Mengupas Armor Warisan Kebanggaan Kerajaan#133BAB 134: Pukulan Fisik Murni yang Meremukkan Tulang Armor#134BAB 135: Duel yang Dinanti: Long Tian vs Ye Chen (Reincarnator)#135BAB 136: Bentrokan Dua Teknik Terlarang Zaman Kuno#136BAB 137: Combat IQ Tinggi: Membaca Pola Serangan Memori Lawan#137BAB 138: Mengalahkan Ye Chen dengan Ranting Berbalut Qi Emas#138BAB 139: Kematian Sang Reincarnator Saingan#139BAB 140: Menyerap Fragmen Jiwa Saingan untuk Memori Alam Atas#140BAB 141: Mengetahui Jaringan Rahasia Milik Su Yan#141BAB 142: Kaisar Fana Turun Tangan untuk Membunuh Long Tian#142BAB 143: Pemberontakan Terbuka di Hadapan Ribuan Rakyat#143BAB 144: Mengaktifkan Formasi Perlindungan Ibu Kota Melawan Kaisar#144BAB 145: Pembantaian Para Penatua Kerajaan yang Korup#145BAB 146: Kematian Sang Kaisar Fana Awan Perak#146BAB 147: Runtuhnya Dinasti Lama dalam Semalam#147BAB 148: Long Tian Mengambil Alih Takhta dari Balik Layar#148BAB 149: Membagikan Sumber Daya Kerajaan untuk Faksi Baru#149BAB 150: Menembus Ranah Transformasi Jiwa Tingkat Satu#150BAB 151: Munculnya Proyeksi Wajah Su Yan di Langit Kekaisaran#151BAB 152: Dialog Dua Jiwa yang Penuh Kebencian#152BAB 153: Sumpah Darah yang Menggetarkan Alam Bawah#153BAB 154: Membuka Portal Rahasia Menuju Benua Tengah#154BAB 155: Badai Ruang dan Waktu yang Menghancurkan Tubuh#155BAB 156: Terdampar di Wilayah Baru: Benua Tengah#156BAB 157: Menyelamatkan Karavan Dagang Keluarga Lin (Bukan Sekte)#157BAB 158: Dianggap Sebagai Alkemis Cadangan yang Cacat#158BAB 159: Memasuki Kota Alkimia Pusat yang Megah#159BAB 160: Aturan Baru di Dunia yang Lebih Tinggi#160BAB 161: Menara Alkimia Sembilan Tingkat Benua Tengah#161BAB 162: Ujian Masuk yang Dianggap Mustahil Bagi Orang Alam Bawah#162BAB 163: Memecahkan Rekor Kecepatan Menara Kuno Seribu Tahun#163BAB 164: Penatua Menara Memohon Menjadi Murid Long Tian#164BAB 165: Menolak Tawaran Tiga Tetua Agung Menara#165BAB 166: Memilih Faksi yang Paling Lemah dan Tertindas#166BAB 167: Membangun Kembali Kejayaan Faksi Fana#167BAB 168: Kompetisi Antar Faksi Menara Alkimia#168BAB 169: Menghadapi Rival Alkemis Genius Monster Benua Tengah#169BAB 170: Kontrol Api Jiwa Tingkat Tinggi#170BAB 171: Pil Pemurnian Jiwa Sembilan Warna Lahir Kembali#171BAB 172: Dominasi Mutlak di Menara Pusat Benua Tengah#172BAB 173: Mendapatkan Akses ke Perpustakaan Kuno Rahasia#173BAB 174: Menemukan Petunjuk Lokasi Makam Dewa Kuno#174BAB 175: Keberangkatan Menuju Wilayah Tak Berlaku (No Man's Land)#175BAB 176: Konflik di Perjalanan dengan Sekte Pedang Suci#176BAB 177: Menghadapi Penerus Suci Sekte yang Arogan#177BAB 178: Combat IQ: Membaca Kelemahan Aliran Pedang Lawan#178BAB 179: Mematahkan Pedang Suci Hanya dengan Dua Jari#179BAB 180: Face Slap Terbesar di Wilayah Perbatasan Barat#180BAB 181: Memasuki Area Makam Dewa Kuno#181BAB 182: Formasi Ilusi Penguras Saraf dan Mental#182BAB 183: Berjalan Menginjak Jebakan Seperti di Taman Sendiri#183BAB 184: Menemukan Ruang Inti Makam Dewa#184BAB 185: Dikepung oleh Dua Reincarnator Lain dari Benua Berbeda#185BAB 186: Dialog Para Monster yang Terlahir Kembali#186BAB 187: Menunjukkan Siapa Penguasa Alam Dewa Sebenarnya#187BAB 188: Pertarungan Kehendak Jiwa Tingkat Tinggi#188BAB 189: Menyerap Fragmen Jiwa Dewa Kuno yang Tertidur#189BAB 190: Terobosan Brutal Menuju Ranah Transformasi Jiwa Puncak#190BAB 191: Hukuman Surga Sembilan Warna yang Mengerikan Lahir#191BAB 192: Menggunakan Petir Hukuman Surga untuk Membunuh Musuh#192BAB 193: Dua Jenius Reincarnator Tewas Menggenaskan#193BAB 194: Keluar dari Makam dengan Dominasi Mutlak#194BAB 195: Sekte Pedang Suci Mengerahkan Pasukan Penuh#195BAB 196: Pengepungan Penuh di Luar Pintu Makam#196BAB 197: Menantang Leluhur Tua Sekte Pedang Suci#197BAB 198: Mengeluarkan Senjata Roh Hasil Tempaan Sendiri#198BAB 199: Tebasan yang Membelah Gunung Utama Sekte Pedang#199BAB 200: Runtuhnya Reputasi Sekte Pedang Suci Selamanya#200 BAB 201: Deklarasi Menara Alkimia Pusat#201BAB 202: Harga dari Sebuah Aliansi#202BAB 203: Racun di Dalam Gudang Obat#203BAB 204: Tetua yang Tidak Pernah Tunduk#204BAB 205: Pil yang Menelan Jiwa#205BAB 206: Retakan di Tubuh Sang Penguasa#206BAB 207: Malam Pertama Setelah Kemenangan#207BAB 208: Lin Meiling Kembali Membawa Senyum Beracun#208BAB 209: Kesepakatan di Bawah Lentera Biru#209BAB 210: Jejak Paviliun Cahaya Putih#210BAB 211: Kembali ke Gunung yang Terbelah#211BAB 212: Pintu yang Tidak Bisa Ditebas#212BAB 213: Ujian Luka Lama#213BAB 214: Kebenaran yang Dipalsukan#214BAB 215: Lorong Penurut Jiwa#215BAB 216: Pilihan yang Tidak Nyaman#216BAB 217: Pengorbanan Seorang Alkemis Tua#217BAB 218: Darah Pengkhianat di Aula Obat#218BAB 219: Orang Setia yang Dijebak#219BAB 220: Mematahkan Segel Tanpa Membunuh Inangnya#220BAB 221: Sosok di Balik Cermin Cahaya#221BAB 222: Tiga Kota Terinfeksi#222BAB 223: Tiga Proyeksi, Satu Jiwa Retak#223BAB 224: Nama Besar yang Mulai Retak#224BAB 225: Long Tian Tidak Membela Diri#225BAB 226: Surat dari Qin Rou#226BAB 227: Lahirnya Panji Pembalik Langit#227BAB 228: Bai Lian Mengirim Hadiah#228BAB 229: Suara Su Yan dari Masa Lalu#229BAB 230: Ingatan yang Dicuri#230BAB 231: Kunci Pertama Berada di Bawah Tanah#231BAB 232: Retakan dari Perut Benua#232BAB 233: Pasukan Baru yang Belum Siap#233BAB 234: Melatih Orang Lemah Bukan Perkara Mudah#234BAB 235: Murid Tanpa Bakat Bernama Shen Luo#235BAB 236: Strategi Perang Pertama Aliansi#236BAB 237: Serangan dari Lubang Hitam Bumi#237BAB 238: Musuh yang Belajar dari Long Tian#238BAB 239: Tebusan yang Menghina#239BAB 240: Duel di Ruang Tanpa Qi#240BAB 241: Kekalahan Kecil Sang Kaisar#241BAB 242: Musuh dari Dua Arah#242BAB 243: Harga Kedua Lin Meiling#243BAB 244: Perpustakaan yang Tidak Boleh Dibuka#244BAB 245: Su Yan Bukan Satu-Satunya Pengkhianat#245BAB 246: Amarah yang Mengguncang Segel#246BAB 247: Kota Pertama Jatuh#247BAB 248: Murid Lemah yang Menahan Gerbang#248BAB 249: Kemarahan yang Ditahan#249BAB 250: Perang Tidak Dimenangkan dengan Satu Pukulan#250BAB 251: Tujuh Hari Perang Tanpa Tidur#251BAB 252: Pil Terlarang yang Tidak Boleh Diracik#252BAB 253: Api Tungku di Tengah Medan Perang#253BAB 254: Tungku Retak, Jiwa Terbakar#254BAB 255: Serangan Balik Aliansi Pembalik Langit#255BAB 256: Jenderal Iblis Bertanduk Tiga#256BAB 257: Saat Musuh Membaca Sang Pembaca#257BAB 258: Mengubah Kekalahan Menjadi Umpan#258BAB 259: Kunci Bumi Kembali Utuh#259BAB 260: Yang Lebih Tua dari Iblis#260BAB 261: Janin Dewa Bawah Tanah#261BAB 262: Nama yang Tidak Boleh Disebut#262BAB 263: Godaan Ingatan Lama#263BAB 264: Satu Suara yang Menariknya Pulang#264BAB 265: Kutukan Bumi Hitam#265BAB 266: Kunci Kedua Berada di Darah#266BAB 267: Rahasia Darah Qin Rou#267BAB 268: Serangan ke Tempat Perlindungan#268BAB 269: Lin Meiling Memilih Sisi#269BAB 270: Darah yang Tidak Tumpah Sia-Sia#270BAB 271: Setetes Darah Menuju Alam Atas#271BAB 272: Reaksi Su Yan yang Aneh#272BAB 273: Long Tian Memburu Bai Lian#273BAB 274: Batas Baru Kekuatan Long Tian#274BAB 275: Kota Tanpa Bayangan#275BAB 276: Bayangan yang Meniru Sang Kaisar#276BAB 277: Melawan Diri Sendiri#277BAB 278: Kebenaran di Depan Ribuan Mata#278BAB 279: Bai Lian, Murid Bayangan Su Yan#279BAB 280: Tangan Kanan yang Membatu#280BAB 281: Kemenangan dengan Teknik Paling Rendah#281BAB 282: Tahanan yang Tersenyum#282BAB 283: Interogasi Jiwa#283BAB 284: Rantai di Jiwa Musuh#284BAB 285: Pengadilan untuk Bai Lian#285BAB 286: Retaknya Kepercayaan Aliansi#286BAB 287: Kelompok yang Pergi Disergap#287BAB 288: Pemimpin yang Datang Meski Dikhianati#288BAB 289: Tahanan Hilang, Kunci Darah Lengkap#289BAB 290: Gerbang Langit Terbuka dari Sisi Musuh#290BAB 291: Penjaga Gerbang yang Tidak Bisa Dibunuh#291BAB 292: Kutukan Menjadi Senjata#292BAB 293: Jangan Menang dengan Kehilangan Diri Sendiri#293BAB 294: Kunci Ketiga Berada di Langit#294BAB 295: Tiga Hari Menuju Gerhana#295BAB 296: Bai Lian Membawa Pesan Su Yan#296BAB 297: Gerhana Bintang Pertama#297BAB 298: Darah Para Pengikut di Bawah Altar#298BAB 299: Seorang Penguasa Tidak Meninggalkan Orangnya#299BAB 300: Gerbang Langit Terbuka, Tetapi Tidak Seperti yang Dijanjikan#300BAB 301: Alam Atas yang Ternyata Penjara#301BAB 302: Tubuh Sang Kaisar Berlutut Paksa#302BAB 303: Rantai Pengenal Pendatang Baru#303BAB 304: Mandor Keluarga Wang#304BAB 305: Qin Rou di Bawah Langit Asing#305BAB 306: Darah Penjaga Gerbang#306BAB 307: Tambang Batu Roh Surgawi#307BAB 308: Kutukan yang Menjawab#308BAB 309: Shen Luo Menolak Menyerah#309BAB 310: Lorong yang Tidak Ada di Peta#310BAB 311: Nama yang Mengundang Bencana#311BAB 312: Sisa Jiwa Pengikut Lama#312BAB 313: Jejak Su Yan di Tambang Surgawi#313BAB 314: Monster di Bawah Batu Roh#314BAB 315: Hukuman di Depan Para Budak#315BAB 316: Cambuk yang Tidak Diayunkan#316BAB 317: Satu Kata yang Membekukan Tambang#317BAB 318: Formasi Penjara Seribu Rantai#318BAB 319: Membaca Nadi Tambang#319BAB 320: Pemberontakan yang Harus Dilatih#320BAB 321: Pengkhianat Kecil yang Ketakutan#321BAB 322: Malam Seribu Palu#322BAB 323: Rantai Pertama Patah#323BAB 324: Pengawas Langit Keluarga Wang#324BAB 325: Duel Tanpa Penonton#325BAB 326: Bayangan yang Dikhianati Cahaya#326BAB 327: Lin Meiling di Alam Atas#327BAB 328: Nama Asli yang Tidak Boleh Diberikan#328BAB 329: Pemberontakan Tambang Dimulai Terbuka#329BAB 330: Tambang yang Akan Runtuh#330BAB 331: Keluar dari Perut Tambang#331BAB 332: Harga dari Menyelamatkan Semua Orang#332BAB 333: Para Budak Memilih Mengikuti#333BAB 334: Pasukan Rantai Patah#334BAB 335: Mantan Jenderal yang Menyembunyikan Diri#335BAB 336: Kota Pusaka Sembilan Surga#336BAB 337: Gerbang Kota yang Menimbang Jiwa#337BAB 338: Kegemparan di Depan Gerbang#338BAB 339: Penginapan Bulan Retak#339BAB 340: Nenek Tua Penjaga Rahasia#340BAB 341: Pendaftaran Identitas Alam Atas#341BAB 342: Paviliun Alkimia Abadi#342BAB 343: Ujian Api Pertama#343BAB 344: Api yang Tidak Ada di Kitab#344BAB 345: Rival Alkemis Alam Atas#345BAB 346: Bahan Rusak, Formula Cacat#346BAB 347: Memurnikan Racun Menjadi Obat#347BAB 348: Penguji yang Hampir Mati#348BAB 349: Dan Yuheng Mulai Serius#349BAB 350: Undangan dari Keluarga Wang#350BAB 351: Jamuan yang Berbau Darah#351BAB 352: Tawaran Menjadi Anjing Emas#352BAB 353: Cawan Teh yang Mengumumkan Perang#353BAB 354: Formasi Jamuan Seribu Jarum#354BAB 355: Dan Yuheng Memilih Lawan#355BAB 356: Pelarian dari Rumah Wang#356BAB 357: Distrik Bawah yang Dilupakan#357BAB 358: Markas Pertama di Alam Atas#358BAB 359: Perang Tanpa Pedang#359BAB 360: Tungku Kecil di Gang Sempit#360BAB 361: Penyakit Buatan#361BAB 362: Rumah Sakit yang Menjual Jiwa#362BAB 363: Pasien Bernomor Tujuh Belas#363BAB 364: Gudang Langit Retak#364BAB 365: Rencana Mencuri dari Serigala#365BAB 366: Malam Pencurian Gudang#366BAB 367: Gudang Kosong yang Menjebak#367BAB 368: Wang Tianhe, Kepala Keluarga Wang#368BAB 369: Saat Pengalaman Lama Dirampas#369BAB 370: Long Tian yang Sekarang#370BAB 371: Artefak Penekan Jiwa Hancur#371BAB 372: Darah Wang yang Memanggil Hukum Kota#372BAB 373: Kota yang Menjadi Musuh#373BAB 374: Darah Penjaga Melawan Darah Penguasa#374BAB 375: Perburuan Qin Rou#375BAB 376: Bisikan Batu Hitam#376BAB 377: Serangan Balik Distrik Bawah#377BAB 378: Rakyat Kecil Mengguncang Keluarga Besar#378BAB 379: Menara Kendali Kota#379BAB 380: Satu Lengan, Satu Panji#380BAB 381: Duel Terbuka di Atas Kota#381BAB 382: Darah Qin Rou Dipakai Melawan Long Tian#382BAB 383: Pengorbanan Kecil Qin Rou#383BAB 384: Teknik Penyegel Darah Naga#384BAB 385: Wang Tianhe Terpojok#385BAB 386: Leluhur Wang yang Belum Mati#386BAB 387: Pertarungan Melawan Setengah Hukum#387BAB 388: Lin Meiling di Ruang Jiwa Long Tian#388BAB 389: Ingatan Su Yan yang Tidak Utuh#389BAB 390: Memisahkan Hukum dari Tulang Kota#390BAB 391: Ruang Hukum Kota Pusaka#391BAB 392: Pengadilan Para Korban#392BAB 393: Hukum Kota Berpindah Tuan#393BAB 394: Menahan Ledakan Inti Kota#394BAB 395: Qin Rou Memanggilnya Pulang#395BAB 396: Kejatuhan Keluarga Wang#396BAB 397: Kota Pusaka di Bawah Panji Baru#397BAB 398: Tawaran yang Terlalu Manis#398BAB 399: Faksi Alkimia yang Terpecah#399BAB 400: Surat dari Istana Cahaya#400BAB 401: Jalan Menuju Sekte Pedang Abadi#401BAB 402: Kota Pusaka yang Belum Stabil#402BAB 403: Pembunuhan yang Terlalu Rapi#403BAB 404: Pedang yang Tidak Mengeluarkan Darah#404BAB 405: Bayangan Pengikut Lama#405BAB 406: Qin Rou Tidak Boleh Ikut#406BAB 407: Perlindungan Darah Naga#407BAB 408: Lin Meiling Membaca Perubahan Itu#408BAB 409: Shen Luo Meminta Ikut#409BAB 410: Satu Lengan Melawan Dua Pedang#410BAB 411: Mo Cang Menjadi Penjaga Kota#411BAB 412: Jalur Tulang Putih#412BAB 413: Orang-Orang yang Pernah Gagal Mengetuk Gerbang#413BAB 414: Token Murid Luar yang Berkarat#414BAB 415: Ujian Jalan Pedang Mati#415BAB 416: Berjalan Tanpa Menghunus Pedang#416BAB 417: Lin Meiling Hampir Melihat Masa Lalu Long Tian#417BAB 418: Rahasia yang Membuat Lin Meiling Diam#418BAB 419: Gerbang Emas Sekte Pedang Abadi#419BAB 420: Gerbang Samping untuk Orang Buangan#420BAB 421: Token Milik Pengkhianat Lama#421BAB 422: Aula Hukum yang Bau Darah#422BAB 423: Nama Bai Jian Mengguncang Ruangan#423BAB 424: Master Pemabuk dari Puncak Terlarang#424BAB 425: Tawaran Masuk Puncak Sembilan Kematian#425BAB 426: Puncak yang Ditinggalkan Sekte#426BAB 427: Murid-Murid yang Sudah Kehilangan Harapan#427BAB 428: Shen Luo Melawan Murid Terlemah#428BAB 429: Peraturan Baru Puncak Sembilan Kematian#429BAB 430: Pembunuh di Bawah Cahaya Bulan#430BAB 431: Segel Cahaya di Tubuh Murid#431BAB 432: Xu Beihan Menyimpan Rahasia#432BAB 433: Latihan Pertama Puncak Terbuang#433BAB 434: Murid Pendiam Bernama Yue Ran#434BAB 435: Bekas Segel Pedang Bai Jian#435BAB 436: Teknik Dasar yang Menghina Para Jenius#436BAB 437: Seribu Hunusan Pedang#437BAB 438: Kabar Buruk dari Aula Utama#438BAB 439: Lin Meiling Menyusup ke Pasar Sekte#439BAB 440: Gadis Bercadar Hitam#440BAB 441: Lin Meiling Menolak untuk Pertama Kali#441BAB 442: Dan Yuheng di Paviliun Alkimia Sekte#442BAB 443: Eksperimen Pil Pedang Jiwa#443BAB 444: Su Yan dan Pil Penghapus Rasa Sakit#444BAB 445: Pil Penahan Kutukan#445BAB 446: Suara yang Tidak Bisa Diusir#446BAB 447: Mencari Catatan Bai Jian#447BAB 448: Pengadilan Pedang Darah#448BAB 449: Penatua Agung Cang Xuan#449BAB 450: Tatapan yang Pernah Membelah Langit#450BAB 451: Seleksi Antar-Puncak Dimulai#451BAB 452: Yue Ran Naik Arena#452BAB 453: Satu Hunusan Membungkam Arena#453BAB 454: Tuduhan di Tengah Arena#454BAB 455: Teknik Dasar yang Membuka Aib Sekte#455BAB 456: Keretakan Otoritas Para Penatua#456BAB 457: Shen Luo Melawan Murid Inti#457BAB 458: Formasi di Dalam Luka#458BAB 459: Murid Satu Lengan Mengguncang Puncak#459BAB 460: Warisan Pedang yang Tidak Sengaja Terbuka#460BAB 461: Ruang Rahasia Puncak#461BAB 462: Dosa yang Dikubur#462BAB 463: Ingatan Terakhir Bai Jian#463BAB 464: Su Yan di Balik Kematian Bai Jian?#464BAB 465: Penatua yang Sudah Menunggu#465