INFO
🎉 Novel update setiap hari - Baca 5 bab gratis, VIP bebas iklan selamanya - Gabung Grup Telegram t.me/shortnesia untuk info rilis tercepat !🎉 Novel update setiap hari - Baca 5 bab gratis, VIP bebas iklan selamanya - Gabung Grup Telegram t.me/shortnesia untuk info rilis tercepat !🎉 Novel update setiap hari - Baca 5 bab gratis, VIP bebas iklan selamanya - Gabung Grup Telegram t.me/shortnesia untuk info rilis tercepat !🎉 Novel update setiap hari - Baca 5 bab gratis, VIP bebas iklan selamanya - Gabung Grup Telegram t.me/shortnesia untuk info rilis tercepat !
Kembali ke Detail

Bab 5

Hidup Kembali di Zaman Kuno4 menit · 775 kata · Chapter 5/328

Chapter 5 / 328 · 2%Bab 5
Ukuran huruf
18px

Raka membuka matanya yang mendapati tiga istrinya sudah tidak di ranjang mereka. Dari luar terdengar percakapan mereka bertiga dengan intens. Suasana desa sudah menghadapi musim dingin untuk beberapa bulan kedepan.

Ketika Raka akan menyusul mereka. Dari kejauahan datang para pembuat onar yang pada beberapa hari yang lalu ingin menggoda gasi Raka.

“Kalian bertiga….cepat..ber..lindung di dalam rumah.” Teriak Raka keras yang membuat tiga bersaudari ini segera masuk dengan tergopoh.” Siuuut..aaaaa..”

Raka memegangi bahu sebelah kirinya. Dan warna merah mengucur dari punggungnya.

“Kanda kamu…”

Cepat berlindung gunakan apa saja yang bisa mengamankan diri kalian. Aku akan menghaadapi mereka.’’ Pagi yang tadinya indah berubah menjadi mencekam.

Raka segera mencabut anak panah yang bersarang di bahu kirinya, kemudian menghunus panah tersebut ke arah para pembuat onar yang menghampiri rumah mereka.

“Aiihhh!” Belong menahan langkahnya setelah tadi melepaskan anak panah. Kemudian dia memuntahkan darah. Karena anak panah nya sendiri, yang dikembalikan oleh Raka.

“Bam!”

“Bajingan masih berani kalian kesini?”

“Brakkkk..Tendangan dari Bagong yang mengenai Raka yang terlempar ke pagar rumah mereka hingga rusak.

“Dasar pria lemah. Kamu sudah meluai rekan ku rasakan ini…ayunan pedang yang akan menebas raka segera di tangkis menggunkan busur.”

“Rupanya kamu memiliki beladiri yang tangguh, tidak aku sangka di Desa Petir ini ada seorang jag….belum selesai Baurekso ngoceh tendangan keras mengenai rusuknya..Aaaaaarkkkkk…

Dengan beberapa gerakan Raka dapat melumpuhkan tiga perusuh tadi dengan menciderai mereka semua.” Hei kalian jangan lagi menginjakkan kaki di rumahku lagi. Dalam lima bulan kedepan aku akan membayar semua hutangku pada lurah kalian.”

“Sekarang enyahlah dari wajahku.”mereka sempoyongan meninggalkan rumah Raka yang beberapa bagian pagar rumah hancur.

“Aiiiiiiihhhhhh….” Ternyata panah ini beracun…ujar raka meringkuk kesakitan setelah menghampiri pintu reot rumah mereka.

“Bruk!” raka terjatuh tidak sadarkan diri.

“Kanda …Kanda…Kanda …bangun jangan tinggalkan kami lagi…

Tiga bersaudari ini segera menghampiri Raka yang terbaring pucat dan banyak darah yang keluar dari bahu kirinya.

“Aina segera berlari keluar menuju kerumah paman Zeno yang masih bisa dipercaya di desa Petir.”

“Paman..Paman…Paman..sambil menanagis terisak..” setelah berlari beberapa puluh meter dari rumah mereka.

“Ada apa Aina..kenapa kamu ujar Bi Arum.” Bi Raka pingsan setelah mendapat serangan dari para preman Be bersaudara.”

“Apa….Zeno segera kita kesana…kamu pasti tau jika preman itu bertindak bakalan ada korban..aku sudah menaruh curiga sedari kemarin.” Jangan-jangan Raka terkena panah beracun.

“Iya Bibi benar..Raka keracunan panah yang menembus bahunya.”

“Baik lah ayo segera jangan membuang waktu…ujar Zeno.” Sambil berlari menuju rumah Raka dan Istrinya.

Sesampainya mereka bertiga sudah mendapati Raka semakin melemah karena racun di aliran darahnya. “ Segera ambil daun sambiloto di pekarangan rumah segera Andini lakukan.”

“Dan kamu Aini rebuh temulawak dan madu kemudian tuang ke dalam mangkuk itu. Iya paman.”

Suasana menjadi panik Ketika Raka mengeluarkan darah hitam dari mulutnya. Walaupun di dunia modern ia adalah mantan anggota pasukan khusus namun di dunia kuno tidak ada IGD yang bisa cepat menangani hal seperti ini.

“Kanda…Kanda, bertahanlah..setelah di lumuri daun sambiloto Raka terus mengeluarkan darah hitam dari mulutnya.” Aina sangat terpukul baru saja suaminya menjadi kuat kini sudah terpuruk lagi..Aina meratapi keadaan di pojok rumah reot itu.

“Kak Aina kita berdo’a saja semoga Kanda baik-baik saja.”

“Air…air…tenggorokan ku kering setelah beberapa saat hening..” mereka kompak melihat kearah Raka

“Kanda sudah sadar..”

“Raka segera minum air ini mudah-mudahan kamu bisa segera pulih.” Ujar Zeno

“Iya paman terimakasih, sudah menolongku aku berutang budi pada paman.” Aku berjanji pada kalian akan kurubah Nasib kita agar tidak tertindas lagi.”

Setelah Raka membaik mereka bertika di sertai Zeno dan Arum yang terkaget karena begitu cepat pemulihan racun pada Raka.

“Anak ini memiliki kekuatan tubuh yang luar biasa.” Gumam Zeno

Mungkinkah anak ini yang diramalkan Begawan itu. Jika desa petir akan melahirkan seorang yang kuat dan memiliki pengetahuan yang luas.

Raka kemudian duduk dengan kaki bersilang dan tangan bersedekap di dada kemudian mengarahkan tubuhnya ke tungku perapian. Sebelum hal itu terjadi Raka berpesan kepada ketiga istrinya dan Zeno serta Arum

“Aku akan bersemedi beberapa saat untuk memulihkan keadaan ini.” Kalian berjaga saja di depan dan jangan pergi terlalu jauh.

“Kalau begitu paman dan bibimu pamit dulu Raka.” Iya paman terimakasih atas bantuannya.

Setelah Zeno dan Arum berlalu. Raka kemudian melanjutkan semedinya hingga menjelang sore hari.

“Aini ..kemarilah aku sudah selsai mengembalikan energiku.” Kalian bertiga masuklah hari sudah mulai sore. Apa kalian tidak lapar.”

Iya kanda mereka kompak lalu masuk kerumah. Dan memasak daging rusa yang masih tergantung rapi karena sudah di keringkan.

Aroma harum segera menjalar di rumah reot itu. Dengan Cahaya lampu minyak yang remang-remang namun masih jelas untuk beraktifitas dimalam hari.

Aini kemarilah ambilkan bekas pen aitu dan sepertinya ada kertas di sampingnya.” Tutur Raka

Iya kanda ini. Apa yang kanda akan lakukan.”

“Akuhanya ingin menulis sesuatu metode yang bisa membuat kita memiliki penghasilan dan merubah Nasib kita.”

Rekomendasi SponsorAds
Native 4:1 - loading...

- Akhir Chapter -