"Aku mengapa bisa lupa bagian ini," Narnia menepuk dahinya sesaat.
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Narnia setuju dengan apa yang di tawarkan oleh ibu tiri. Bahwa ia akan pergi ke Jakarta pada hari jumat siang dengan tujuan berziarah di makam kedua orangtua. Kemudian kembali ke Bandung.
Melihat pesan balasan yang di kirimkan oleh Narnia, kedua mata Lala terbelalak besar. Ia berulang kali membaca pesan tersebut untuk memastikan dirinya tidak salah baca.
"Akhirnya berhasil," seru Lala dengan suara nyaring dan bahagia akan misinya yang sudah berhasil di tahap pertama. Tahap pertama menjebak Narnia untuk ke Jakarta sebagai calon persugihan.
Lala dan Herman saling melihat satu sama lain, Keduanya tertawa terbahak-bahak. Karena rencana mereka akhirnya berhasil menarik simpati Narnia.
βDengan demikian maka tumbal persugihan dari wanita yang di kencani oleh Adam, Kini sudah tidak berguna lagi. Kita harus secepatnya mejadikan Narnia sebagai peganti wanita persugihan yang lama," ucap Lala yang di anggukkan oleh Herman.
βDengan begitu, kita tidak akan mati kelaparan dan di pandang rendah orang lain," balas Herman yang yakin dengan keputusan yang mereka berdua ambil kali ini yang anggap merupakan keputusan paling baik dari semua keputusan yang ada. Sehingga kecurigaan polisi tidak akan terbukti dengan kasus hilangnya para wanita belakangan ini.
Lala dan Herman saling melihat satu sama lain kembali, Hal ini hanya di ketahui oleh mereka bertiga tanpa melibatkan Ardi.
"Pokoknya jangan sampai gagal misi kali ini," ucap Lala yang memperingati Herman yang di anggap sebagai pria bodoh yang selalu mudah tergoda dengan rayuan para korban, Hingga ada korban yang melarikan diri dan untungnya ketangkap. Jika tidak habis riwayat mereka berdua di sel penjara.
"Aku paham, jangan ungkit lagi masa lalu yang sudah lewat. Sekarang fokus menjadikan Narnia sebagai tumbal persugihan," balas Herman yang sudah tidak mau mengingat masa lalu yang hampir membuat dirinya berakhir di sel penjara.
"Aku hanya mengingatin kebodohan yang pernah kau lakukan," seru Lala yang tidak senang di tegur oleh Herman.
Herman memijit-mijit dahinya, Ia malas berdebat dengan Lala yang keras kepala dalam hal ini. Bisa-bisa ia kena stroke karena emosi yang tidak bisa di bendung.
"Kita harus membicarakan hal ini dengan Adam," saran Lala yang ingin memanfaatkan daya pikat Adam kepada para wanita untuk membuat Narnia jatuh hati.
Herman sedikit terkejut dengan saran dari Lala. Tapi ia tidak menunjukkan wajah keberatan. Karena tahu diri dengan penampilan dirinya yang tidak setampan dan memiliki tubuh atletik seperti Adam.
"Ck... seandainya aku lebih muda dan tampan," batin Herman yang mengerutu akan penampilan dirinya yang sudah tua dan tidak setampan seperti Adam.
Tanpa sengaja Herman melirik penampilan dirinya di kaca, ia semakin ingin mempunyai tubuh yang masih muda dan wajah tampan.
"Lebih baik fokus membangun bisnis dulu," batin Herman yang tetiba punya rencana lain di masa depan. Rencana yang membuat dirinya kembali muda dan tampan dengan melakukan perjanjian dengan iblis.
Membayangkan rencana masa depan yang sukses dengan mengorbankan apa yang ada di masa kini sebagai imbalan. Herman tertawa pelan tanpa sengaja.
Lala yang menyadari tawa Herman, ia tidak banyak curiga atau mencari tahu.
"Paling-paling bayangan kotor bersama Narnia di atas ranjang," batin Lala yang agak sedikit tidak senang dan tidak bisa protes. Karena semua ini demi masa depan yang cerah dan cemerlang.
***
Di pihak lain, Adam yang tengah sibuk dengan para wanita yang kini menjadi korban untuk di kuras lendirnya di sebuah ruangan hotel mewah.
"Ahhh... lebih cepat lagi," seru wanita itu yang mendapatkan rasa nikmat dari hentakkan Adam yang cepat di bagian bawah.
Adam tahu wanita itu merasa nikmat akan ukuran rudalnya yang besar. Ia pun bergerak lebih cepat lagi, Hingga wanita itu menjerit kesakitan mengikuti setiap hentakkan.
"Ahhh...." jerit wanita itu dengan suara nyaring. Karena kuatnya hentakkan dari Adam yang bertubi-tubi menembus bibir rahimnya.
"Pelan... tolong pelan," rintih wanita itu yang sudah tidak sanggup menerima hentakkan kuat bertubi-tubi dari Adam, hingga ia mengalami perlepasan berulang kali.
Dengan cepat, Adam segera menampung bagian yang mengeluarkan cairan bening itu ke dalam sebuah wadah plastik kecil tanpa sepengetahuan wanita yang ia setubuhi.
"Ahhhh.... sakit," rintih wanita itu dengan kedua gumpalan daging yang masih berayun-ayun mengikuti hentakan kuat dari Adam.
Adam masih menarik kedua tangan wanita itu ke arah belakang. Pinggangnya bergerak cepat seperti ular di beli dosis obat kuat untuk membunuh mangsa.
Buk Buk Buk Buk Buk Buk
Suara hentakkan berirama menghiasi kamar vvip di sertai dengan jeritan wanita itu yang sudah tidak bisa mengimbangi kekuatan Adam yamg di nilai sangat brutal di atas ranjang.
"Aku... tidak kuat lagi," rintih wanita itu yang mengalami perlepasan kesekian kalinya hingga tubuhnya lemas tidak berdaya di atas ranjang mewah yang sudah terlihat tidak berbentuk lagi.
Adam tidak perduli, Ia menulikan kedua telinga dengan bagian bawah yang masih bergerak cepat untuk mendapatkan apa yang menjadi sumber penghasilan tambahan.
"Tolong... Tolong.... Tolong... Tolong hentikan," jerti wanita itu yang sudah tidak bisa mengimbangi kekuatan hentakan dari Adam.
"Ini masih belum penuh," batin Adam yang melihat wadah plastik itu masih ada sisa ruang kosong.
"Hentikan... tolong hentikan," pekik wanita itu kesekian kalinya dengan nada memohon pilu.
Tidak ingin ketahuan oleh wanita itu atas apa yang ia lakukan. Adam sengaja mendekati wanita itu untuk melancarkan godaan.
"Milikmu sungguh nikmat, aku tidak bisa berhenti bergoyang. Benar-benar memuaskan, " bisik Adam di dekat telinga wanita itu, kemudian kedua tangan mencengkram kedua dada wanitasecara kuat dan tidak lupa memberikan kata-kata pujian yang membuat wanita itu terlena dengan rayuan Adam.
"Tolong bertahan berapa menit lagi, Aku jamin kita akan mendapatkan kepuasan surgawi!" ucap Adam dengan kata memuja dan mengandung kata memaksa demi tujuan pribadi.
Wanita itu mengigit bibir bawah dengan erat, ia masih memaksakan diri untuk melayani nafsu Adam yang brutal.
Kuatnya hentakan berkali-kali perlahan-lahan meruntuhkan pertahanan wanita itu.
"Ahhhh...." desah wanita itu secara mendadak ketika puncak dadanya di jepit alat getar dan bagian bawah bergerak cepat lagi.
"Bertahan lah," lanjut Adam dengan bisikkan yang membuat wanita itu terlena.
Wanita itu kembali mengigit bibir bawah secara mati-matian untuk menahan rasa nyeri dan sesak yang sejak tadi di hantam oleh rudal besar Adam.
- Akhir Chapter -