"Tolong lebih pelan," pinta wanita itu memohon pilu atas kekerasan yang dilakukan oleh Adam.
"Pelan katamu, jangan bermimpi. Kau kira aku ini siapa hingga mau menuruti apapun yang kamu inginkan," batin Adam yang mencibir dengan goyangan yang semakin liar di iringi jeritan dan tangisan wanita tersebut.
Wanita itu sudah tidak mampu mengimbangi kekuatan Adam yang seperti binatang buas kelaparan di malam hari. Binatang buas yang mencari santapan lezat dengan menyiksa mangsa secara perlahan-lahan hingga ke brutal.
"Aku mohonnn," wanita itu memohon pilu dengan suara merintih kesakitan di setiap hentakan yang keluar masuk.
Adam menaikkan sebelah alis. Ia merasa jijik akan permohonan wanita itu.
"Aku mohon," rintih wanita itu pilu meminta kelembutan hati Adam untuk kesekian kalinya.
Geram akan wanita itu yang sejak merintih dengan bersuara memohon lebay. Adam menghembuskan nafas kasar untuk memberikan wanita itu pelajaran agar tahu diri dan tidak berteriak lebay seperti tadi.
"Tolong.... tolong lebih pelan lagi, ini menyakiti aku."
"Pelan katamu?" pekik Adam yang terlihat tidak senang dengan apa yang di katakan oleh wanita tersebut.
"Tolong lebih pelan, ini sungguh menyiksa. Aku mohon padamu," rintih wanita itu yang masih tidak ada lelahnya memohon kepada Adam.
Senyuman licik dan terlihat kemarahan di wajah Adam yang tampan di sertai dengan urat biru yang terlihat di dahi.
"Aku akan memberitahukan padamu, apa itu pelan?" seru Adam dengan suara keras, kemudian mengangkat satu tangan secara tinggi.
"Kau mau apa?" wanta itu terlihat ketakutan akan ancaman Adam.
"Kau akan tahu," balas Adam yang kini tidak ada sikap kelembutan.
Plaaaakkkk...... Sebuah tamparan keras melayang di bokong wanita tersebut. Hingga tercetak jelas lima jari. Tidak puas dengan satu kali tamparan. Adam mengulangi tamparan tersebut sebanyak 10 kali. Memar dan lecek terlihat di bokong wanita itu.
"Sakit.... sakit," pekik wanita itu yang merasakan sakit luar biasa akan tamparan yang di berikan oleh Adam kepada salah satu belahan bokong.
Adam yang sudah tidak bisa menahan emosi akan rintihan manja kesakitan wanita itu. Ia kembali melampiaskan kemarahan kepada waniat itu secara fisik di sertai dengan umpatan.
Bukan kenikmatan yang di rasakan oleh wanita tersebut. Tetapi kesakitan yang mengiris kulit hingga ke daging.
"Sakit...." pekik wanita itu histeris akan rasa sakit yang di terima di oleh berapa tamparan keras dari Adam.
Bagi Adam, perkataan wanita itu adalah sebuah penghinaan dengan meminta dirinya mengurangi kekuatan hentakan di saat merasakan kenikmatan.
"Kau jangan bercanda," geram Adam yang kini memilih untuk bergoyang cepat seperti cacing kepanasan di atas aspal.
Tubuh wanita itu bergoyang seperti adonan kue yang di paksa bergerak cepat.
"Tolong lebih pelan," pinta wanita itu memohon pilu.
Wanita itu berulang kali berteriak keras agar Adam mengurangi kecepatan hentakan. Tapi Adam menulikan kedua telinga akan permintaan wanita tersebut.
Geram dengan wanita yang terlihat lemah itu yang sedari memohon. Jemari Adam mengusap bagian itu dengan cepat tanpa ampun dan kelembutan.
"Ini hukuman untukmu yang sejak tadi berisik," seru Adam yang menusuk bagian lembab itu berulang kali.
Wanita itu menutup kedua matanya. Ia sudah tidak tahan dengan jemari Adam yang bergerak liar di area tersebut. Gerakan yang memancing gairah yang memusingkan kepala.
"Hentikan, tolong hentikan...." pekik wanita itu secara histeris akan kekerasan yang di lakukan oleh Adam.
Adam memperlihatkan senyum jahat, ia sebenarnya tidak berminat kepada wanita yang lebih tua dari dirinya. Tapi ini adalah satu-satu cara mendapatkan banyak uang. Sehingga Adam tidak punya pilihan lain selain melakukan hal yang tidak di sukai.
Mendengar jeritan wanita itu yang masih memohon pilu. Adam menahan nafasnya sesat untuk menahan emosi yang hampir meledak keluar.
"Tolong hentikan..." wanita itu masih menjerit histeris dengan tubuh yang tidak berdaya di bawah siksaan Adam.
"Apakah ini yang kamu inginkan," seru Adam yang kesal dengan sikap wanita itu yang memancing emosi dengan suara teriakan yang di anggap lebay dan cari perhatian. Serta merusak suasana kenikmatan.
Wanita itu yang tidak bisa menahan gairah lagi, ia berteriak kencang dengan menyemburkan semua cairan bening yang di harapkan oleh Adam.Kemudian terkapar di atas ranjang dengan nafas tersengal-sengal. Seolah sudah melewati proses penyiksaan panjang dari para pria yang menyetubuhi tubuhnya secara bergiliran seperti piala dunia.
"Lemah," cibir Adam yang melihat wanita itu tergeletak lemah dan bersimbah keringat di sekujur tubuh.
Wanita itu tidak membalas apa yang di katakan oleh Adam. Ia berusaha mengumpulkan energi dan mengatur nafas yang masih tersengal-sengal.
Melihat wanita itu tidak ada respon, Adam sangat kesal. Ia menarik benda kokoh itu secara perlahan-lahan, Lalu memposisikan wadah plastik itu di celah yang masih mengeluarkan cairan bening itu.
"Cih... hanya dapat segini?" decak Adam di dalam hati, karena tidak sesuai yang di harapkan.
"Sia-sia aku meminum obat kuat untuk menyetubuhi mu sepanjang malam, jalang tiada guna ck...ck..ck," Adam masih rajin mengerutu akan hasil yang tidak memuaskan.
Tidak ingin menyia-yiakan tetesan cairan bening merupakan sebuah kerugian besar. Adam masih berusaha memposisikan wadah kecil itu di posisi aliran bening berjatuhan.
Melihat cairan yang di dapat tidak sebanyak yang di harapkan. Adam mendengus kesal di dalam hati. Pasalnya ia harus mengeluarkan tenaga extra lagi untuk mendapatkan cairan itu yang merupakan sumber uang untuk hidup glamor.
"Apakah kau belum puas," ucap Adam memasukkan sebuah alat berwarna hitam ke dalam lembah yang lembab wanita itu untuk mengais cairan bening tersebut dengan sengaja mengunakan getaran kuat pada alat hitam itu.
Besar, sesak dengan getaran kuat yang bergerak cepat di bagian bawah. Wanita itu merasakan rasa kesakitan, tersiksa dan penderitaan yang tidak tertahankan.
"Ahhh...'' pekik wanita itu histeris. Ia ingin mencabut alat hitam yang bergerak liar itu, Tapi kedua tangannya di ikat ke belakang oleh Adam.
Adam memaksa tubuh wanita itu menunging, Kemudian memasukkan satu dildo lagi ke arah lubang satunya.
Senyum Adam semakin lebar ketika melihat wanita itu mengalami penderitaan yang menghasilan cairan benang yang lezat di mulut para manusia.
"Bekerja lebih keras untuk aku," batin Adam yang tetiba maruk untuk memperoleh penghasilan banyak dengan memeras sang ayah di keesokan hari.
"AHHHH...'' pekik wanita itu dengan suara semakin nyaring dan air mata mengalir deras. Ia tidak menyangka Adam akan begitu kasar dalam melakukan hubungan tubuh.
Setelah mendapatkan apa yang di inginkan, Adam menutup wadah palstik itu dengan hati-hati. Kemudian memasukkan ke dalam saku celana.
"Lepasin... tolong lepasin," pinta wanita itu memohon pilu dengan tubuh bergetar dan mata tertutup kain hitam.
- Akhir Chapter -